Berbahaya, Ditemukan 7 Lubang Buaya di Kali Surabaya

Maraknya pembangunan industry ternyata telah terbukti bisa merusak ekosistem di sepanjang Kali Surabaya. Baru-baru ini telah ditemukan 7 lubang buaya di sepanjang Kali Surabaya yang kondisinya mulai rusak. Diperkirakan sebelumnya jenis lubang ini jumlahnya sangat banyak namun akibat pesatnya pembangunan industry di Surabaya, kini semakin rusak dan langka.

SURABAYA (Suarapubliknews.com)-Berdasarkan hasil susur kali yang dilakukan Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia Cabang Surabaya, Minggu kemarin. Sepanjang Kali Surabaya hingga kalmias ditemukan ada 7 lubang besar dengan berdiameter 60 cm yang diduga adalah lubang buaya.

"Ketika dijumpai, memang tidak ada buaya di sana. Namun  dari bentuk lubang, itu adalah lubang atau rumah buaya. Apalagi lubang itu dijumpai terletak di kawasan yang  dulunya rawa-rawa dan dikenal bekas sarang buaya," tegas Prigi Arisandi, Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) didampingi Ketua Prasetyo, ketua kegiatan susur sungai.

Dikatakan Prigi, dengan adanya temuan rumah buaya itu merupakan hal yang wajar dan tidak perlu ditakuti karena itu indikator alami kalau kondisi ekosistem di Kali Surabaya masih baik.

"Saat ini, industry yang ada di sepanjang bantaran sungai, sudah tidak lagi membuang limbah cairnya asal-asalan. Artinya limbah itu sudah mulai diproses naturalisasi lewat IPAL," cetusnya.

Soal berapa jumlah buaya yang masih bertahan hidup di sana, ia menjelaskan belum ada survei. Yang pasti tahun lalu, warga di sekitar sungai menemukan dua ekor buaya. Dan ini menandakan buaya masih ada di Kali Surabaya dan Kalimas.

"Yang pasti bangkai ayam ini kerap tiba-tiba lenyap ketika dibuang ke sungai. Ada indikasi dimakan buaya," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan pembersihan sampah di sungai. Hasilnya, banyak sampah yang dibuang pelaku industri dan masyarakat menyesaki sungai. Kondisi ini mempengaruhi kualitas air sungai yang selama ini dipakai baku mutu air PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

Ternyata sampah yang dibuang ke sungai itu mayoritas plastic. “80 % sampah di sungai yang dibuang masyarakat adalah sampah plastic diantaranya popok bayi, pembalut wanita, barang terbuat dari plastic.

"Dan kami berhasil mengangkat 8 karung sampah dari sungai," jelasnya.(q cox)

Share Oleh :


2 Komentar :
pawang buaya
26 Maret 2012 - 19:32:00 WIB

perlu penanganan lebih lanjut jangan sampai ada korban,buaya juga perlu di lestarikan
hot Christmas toys 2013
12 Desember 2013 - 08:49:04 WIB

Salam sukses buat semua pengunjung situs ini
Awal Kembali 1 Lanjut Akhir

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)