Kadis Disnakkeswan Provinsi Lampung Ir. Lili Mawarti, M.Si. Dampingi Wakil Gubernur Dr. Jihan Nurlela, MM. Menerima Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI. - SUARA PUBLIK NEWS

Jumat, 30 Januari 2026

Kadis Disnakkeswan Provinsi Lampung Ir. Lili Mawarti, M.Si. Dampingi Wakil Gubernur Dr. Jihan Nurlela, MM. Menerima Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI.

FOTO:  Momen Kadis Disnakkeswan  Provinsi Lampung Ir. Lili  Mawarti,  M.Si. Mendampingi Wakil Gubernur Dr. Jihan Nurlela, MM. saat Menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI. 

LAMPUNG SELATAN, Suara Publiknews.com-Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Ir. Lili  Mawarti,  M.Si. bersama Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Peternakan ikut mendampingi Wakil Gubernur Lampung Dr. Jihan Nurlela, MM., saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI. 

Sebanyak 9 orang  yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII Chusnunia Chalim, Ph.D. dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan dan mengidentifikasi peluang pengembangan industri pangan terintegrasi dari Hulu ke Hilir di PT Japfa Comfeed Indonesia, 30 Januari 2026.

Kunjungan kerja ini diterima langsung oleh pimpinan PT. Japfa Comfeed Indonesia  Anwar Tandiono diihadiri unsur Kementerian Perindustrian RI (dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Perindustrian). 

Serta beberapa kepala OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Lampung antara lain, yaitu,
Dinas Perkebunan; Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan & Hortikuktura; Dinas Perindustrian dan Perdagangan; Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kominfo & Statistik; Dinas Lingkungan Hidup; dan beberapa OPD lainnya. 
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung menyampaikan, apresiasi atas kunjungan kerja Komisi VII DPR R dan kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta memantau langsung pengembangan industri untuk mendukung program pangan terintergrasi. 

Sedangkan PT. Japfa terkait hal itu menjelaskan, kondisi perusahaan terkait komitmennya dalam mendukung program pemerintah dan menyajikan tayangan company profile secara lengkap. 

Disampaikan saat diskusi bahwa PT Japfa Comfeed Indonesia selain memproduksi pakan ternak, juga telah melakukan kemitraan dengan masyarakat mulai dari tahap pembibitan sampai penetasan. 

Untuk pemenuhan bahan baku pakan saat ini 50% terpenuhi dari impor terutama untuk bahan Soya Bean Meal (SBM) dengan importir terbesar dari negara Argentina, Brazil dan Amerika Serikat. 

Pada bagian yang sama pabrik pakan dan asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan Ternak merasa (GPMT) khawatir, jika harga bahan baku mahal maka terdampak pada harga jual produk pakan. 

Bahan pemenuhan kebutuhan bahan baku jagung, di PT Japfa Comfeed Indonesia hanya bertindak sebagai off taker saja, semua proses pengadaan ada dipetani.

Sementara itu Komisi VII DPR RI menyoroti data bahwa PT Japfa belum tergabung dalam program Corpotare Social Responsibility (CSR) Pemerintah, meskipun perusahaan mengklaim telah melaksanakan program CSR langsung dilingkungan masyarakat sekitar pabrik. 

Selain itu mengharapkan agar hasil Kunker ini mendapatkan informasi yang jelas mengenai industri pangan, tantangan dan peluang pengembangan industri pangan.

Serta terukurnya kontribusi industri terhadap ketahanan pangan dan perekonomian daerah di Provinsi Lampung.(")

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda