Diduga PT. ACML Cemari Air Warga Kawasan Industri Cisereh Tangerang Banten, dengan Limbah Oli - SUARA PUBLIK NEWS

Rabu, 28 Januari 2026

Diduga PT. ACML Cemari Air Warga Kawasan Industri Cisereh Tangerang Banten, dengan Limbah Oli



FOTO; Kondisi Air yang Berubah Menjadi Hitam Pekat dan Mengeluarkan Aroma Menyengat,  Akibat Bercampur dengan Limbah Oli Berasal dari PT. ACML.

TANGERANG, Nurani Rakyat/ Suara PublikNews, Com- Hujan deras yang mengguyur wilayah Cisereh Kabupaten Tangerang sejak beberapa hari terakhir, mengakibatkan kawasan Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, kembali terendam banjir pada Januari 2026. 

Namun, banjir kali ini memicu keresahan warga karena kondisi air yang berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan aroma menyengat, diduga akibat bercampur dengan limbah oli yang diduga berasal dari PT. ACML yang berada di Kampung Jambu RT. 009 RW.003 Desa Cisereh Kecamatan Tigaraksa.

Berdasarkan investigasi di lapangan23 Januari 2026, ketinggian air di beberapa titik pemukiman dan akses jalan mencapai 40 hingga 80 sentimeter.

Genangan air yang berminyak menyulitkan mobilitas warga ,karyawan dan menimbulkan ke khawatiran akan dampak bagi kesehatan jangka panjang, seperti penyakit kulit dan terkontaminasi air bersih milik warga.

Menanggapi fenomena ini, yang ada dilapangan Lembaga Satu Bumi Satu Negeri, Ilham Candra Prima yang akrab disapa  'bung Keong Candra,' angkat bicara dan memberikan peringatan keras kepada pihak terkait. 

Ketua Lembaga Satu Bumi Satu Negri (LSBSN) itu menyatakan, bahwa kejadian ini bukan sekedar bencana alam akibat luapan sungai.

Melainkan indikasi adanya pelanggaran serius, dalam pengelolaan limbah industri di kawasan Cisereh Tangerang Banten. 

"Banjir yang bercampur oli ini adalah bukti nyata kegagalan pengawasan lingkungan di kawasan industri Cisereh. Limbah B3 yang hanyut terbawa banjir sangat berbahaya bagi ekosistem dan kesehatan warga," ujar Keong Candra.

Terkait kasus tersebut Lembaga Satu Bumi Satu Negri mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Banten, untuk segera turun ke lokasi guna mengambil sampel air dan menginvestigasi sumber kebocoran oli tersebut.
 Mereka juga menuntut sanksi tegas bagi perusahaan yang terbukti lalai dalam mengelola limbahnya, terlebih di tengah status tanggap darurat bencana yang telah ditetapkan pemerintah daerah Tangerang Banten. 

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya menyelamatkan barang-barang berharga sambil berharap air segera surut dan pihak berwenang segera menangani pencemaran limbah tersebut agar tidak meluas ke area pertanian warga di sekitar kawasan Tersebut. (Nukman/Jhon Heri Liu)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda